Dari Trotoar Rusak hingga RTLH, Pemkot Madiun Pastikan Tindak Lanjut atas Keluhan Warga

Dari Trotoar Rusak hingga RTLH, Pemkot Madiun Pastikan Tindak Lanjut atas Keluhan Warga
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 22 Oct 2026
  • 33 kali dilihat

Dari Trotoar Rusak hingga RTLH, Pemkot Madiun Pastikan Tindak Lanjut atas Keluhan Warga

MADIUN – Tak sekadar berkeliling, kegiatan Gowes Sambang Warga menjadi cara Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun melihat langsung persoalan di lingkungan masyarakat sekaligus memastikan tindak lanjutnya. Kamis (22/10), peninjauan menyasar Kelurahan Mojorejo dan sebagian Kelurahan Manisrejo.


Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi perhatian, mulai dari kondisi trotoar di Jalan MT Haryono dan Jalan Rawabakti hingga pohon yang mengganggu pandangan pengendara di tikungan Rawabakti. Rencana perbaikan trotoar tahun depan juga menjadi bagian dari pembahasan.


“Halte Klegen hingga arah Alfamart endapan sedimennya cukup tinggi, itu punya provinsi tapi Insyaallah nanti akan bareng-bareng pemkot dan warga akan kerja bakti,” ujarnya. 


Sementara itu, pembersihan saluran air di sekitar perempatan Fatur Jalan Sumber Karya Taman Praja ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu minggu.


Usulan pemasangan speed trap di Jalan Letkol Suwarno, depan pintu masuk Perumahan Bumimas 1 dan kawasan Bumimas 2, juga masuk dalam daftar tindak lanjut. Penanganan sedimentasi di wilayah Argo Manis, Manisrejo, ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.


Di bidang sosial, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) milik mantan marbot di Mojorejo ditargetkan rampung dalam 30 hari. Sementara itu, penanganan RTLH milik warga lanjut usia di kawasan Bumimas 1, Manisrejo, diperkirakan membutuhkan waktu hingga 60 hari.


Perhatian juga diberikan kepada warga lanjut usia yang tinggal seorang diri serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membutuhkan pendampingan. Warga yang memerlukan rehabilitasi akan ditangani sesuai kebutuhan, termasuk melalui proses administrasi yang diperlukan.


Untuk pekerjaan saluran yang membutuhkan pengurukan dan pembersihan, Pemkot Madiun akan melibatkan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk keterbatasan ruang di sekitar saluran.


“Polanya kita ajak bareng-bareng warga, sekaligus pada saat pengerukan akan dibersihkan. Target keseluruhan yang tahun ini selesai,” jelasnya. 


Lebih lanjut dirinya mengatakan. Peninjauan langsung memungkinkan persoalan dilihat berdasarkan kondisi sebenarnya sehingga langkah penanganan dan prioritas pekerjaan dapat ditentukan lebih tepat.


Gowes Sambang Warga dijadwalkan berlanjut ke wilayah Kelurahan Manisrejo dan Kelurahan Banjarejo. Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Madiun berupaya memastikan persoalan yang ditemukan tidak berhenti pada pencatatan aspirasi, tetapi ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan target penyelesaian masing-masing.

(Rams/kus/diskominfo)